URBAN FARMING : Akankah jadi Solusi Masalah Gizi Dan Sampah Rumah Tangga?

 

Banyak masyarakat yang menganggap Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan hal yang sulit dan tidak mungkin dilakukan, mengingat keterbatasan lahan dan mahalnya tanah gembur sebagai media tanam. Padahal Urban farming dapat menjadi solusinya dengan memanfaatkan lahan sempit dan menanam secara vertikal.  Bahkan jika masyarakat menerapkan pertanian hidroponik dapat mengurangi penggunaan media tanah. Cara ini  lebih praktis dan efisien bagi warga kota yang suka bertanam tapi mempunyai banyak kesibukan.

TIM pengabdian masyarakat dari FKM UAD yang diketuai oleh Helfi Agustin dan anggota timnya Nur Syarianingsih Syam dan Desi Nurfita, memperkenalkan Sustainable Urban Farming (pertanian perkotaan berkelanjutan) kepada anggota Aisyiyah cabang Umbulharjo. Pertanian perkotaan berkelanjutan merupakan sistim bercocok tanam di perkotaan dengan memperhatikan lingkungan yakni pemanfaatan sampah organik dan non organik dalam bidang pertanian, dengan demikian akan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan keluarga dan mengurangi volume sampah di perkotaan. Cara kerjanya adalah mengolah sampah organik menjadi kompos dan menggunakan sampah non organik sebagai media bercocok tanam. Selain bertujuan untuk ketahanan pangan rumah tangga, urban farming juga menghasilkan lingkungan yang bersih dan segar, sehingga tidak langsung dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Masyarakat sangat antusias dengan program pengabdian yang dilaksanakan oleh tim dari FKM UAD, ternyata teknologi sederhana menanam dengan cara hidroponik dan memanfaatkan sampah rumah tangga tidaklah sesulit yang mereka bayangkan.

 

 

Penulis : (Tim Pengabdi)