PRESS RELEASE

 

            Dalam rangka MILAD Universitas Ahmad Dahlan yang ke 57, sebagai penutup rangkaian acara Milad telah diselenggarakan seminar internasional dan workshop dengan mengangkat tema :

UAD Public Health Conference (UPHEC) 2018

“Improving Quality of Life through Multisectoral Collaboration”

Rabu-Kamis, 21-22 Februari 2018

Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta

 

Penyelenggaraan acara ini merupakan kolaborasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.

 

Latar Belakang

WHO (2017) mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan, baik dalam sistem budaya dan nilai di mana mereka tinggal maupun dalam kaitannya dengan tujuan, harapan, standar dan keprihatinan masing-masing. Kualitas hidup atau Quality of Life adalah konsep yang luas yang melibatkan kesehatan fisik seseorang, keadaan psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial, kepercayaan pribadi dan hubungannya dengan aspek penting lingkungan mereka. Sejalan dengan definisi dari WHO, CDC (2017) menggambarkan kualitas hidup sebagai konsep multidimensional yang luas yang biasanya mencakup evaluasi subjektif terhadap aspek positif dan negatif kehidupan.

Ukuran kualitas hidup seseorang melibatkan berbagai domain dalam kehidupan seperti pekerjaan, sekolah, hunian, lingkungan namun demikian kesehatan individu  adalah sebagai kunci utama. Selain itu faktor budaya, nilai/norma dan spiritualitas juga memiliki peran penting dalam pengukuran kualitas hidup seseorang. Untuk menentukan indeks kualitas hidup membutuhkan setidaknya tiga domain seperti fungsi fisik, status mental, dan kemampuan untuk terlibat dalam kegiatan sosial sesuai dengan norma yang ada.

Berkaitan dengan luasnya domain kualitas hidup maka usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup tidak dapat diselesaikan melalui aspek kesehatan saja sehingga dibutuhkan kolaborasi multi-sektor agar tercapai pengembangan yang merata di berbagai sektor tersebut. Selanjutnya penting bagi kita di Indonesia khususnya di Yogyakarta untuk memiliki sebuah program untuk mempelajari pengalaman kolaborasi multisektoral untuk meningkatkan kualitas hidup dari negara lain. Dengan adanya seminar ini maka diharapkan menjadi sarana bagi akademisi maupun praktisi untuk belajar mengenai isu tersebut.

Sub tema dalam seminar dan workshop ini antara lain:

  1. Promosi kesehatan
  2. Kesehatan lingkungan
  3. Epidemiologi
  4. Manajemen Rumah Sakit
  5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  6. Psikologi
  7. Transportasi
  8. Pangan dan pertanian
  9. Hunian
  10. Hukum, ekonomi dan ilmu sosial
  11. Energi
  12. Industri
  13. Teknologi

Tujuan dan Luaran Seminar

Seminar ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai permasalahan, kesempatan, dan tantangan kebijakan yang dihadapi Indonesia dan negara lain dalam proses mengimplementasikan kolaborasi multi-sektor untuk meningkatkan kualitas hidup (quality of life)

Luaran yang diharapkan dapat mempromosikan mengenai kolaborasi multi-sektoral untuk meningkatkan quality of life dan juga mempromosikan riset-riset terbaru dalam bidang quality of life.

Peserta Seminar

Akademisi, Universitas, Praktisi kesehatan, peneliti, mahasiswa, organisasi terkait dan umum

Agenda

Acara seminar dan workshop ini diselenggarakan selama dua hari.

Agenda hari pertama adalah seminar dan dilanjutkan dengan presentasi call for paper setelah seminar. Pembicara seminar antara lain:

  1. Keynote speaker dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang disampaikan dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat) dengan tema “The Role of Indonesian Government in Regulating Policies to Improve Quality of Life”
  2. Plenary Speakers:
  3. Dr. Lee Shih Hui (dari Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia) dengan tema “Effort of NGO in promoting comprehensive sexuality education to improve quality of life among local and refugee communities: an exploration of NGO perspective in Malaysia”
  4. Lina Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph. D. (dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan) dengan tema “Breastfeeding Promotion”
  5. Dr. Raysul Haque (dari School of Public Health, Independent University Bangladesh, Bangladesh) dengan tema “Screening of General Health Status in Rural Bangladesh: Assessing the Need and Feasibility of A Subjective Health Measurement Tool”
  6. Elli Nurhayati, M.PH., Ph.D (dari Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan) dengan tema “Domestic Violence and Women’s Quality of Life”
  7. Ma. Teresa G. De Guzman, Ph.D (dari University of The Philippiness, Manila, Filipina) dengan tema “Integrating Indigenous Knowledge Systems and Practices (IKSP) in Health and Disaster Risk Reduction”

Agenda hari ke 2 : Workshop dengan tema

  1. “Qualitative Research” oleh Dr. Lee Shih Hui (Universiti Teknologi Malaysia)
  2. “Role of Indigenous Knowledge System and Practices (IKSP) in Health and Climate Change Adaptation Strategies (CAAS)” oleh Ma. Teresa G. De Guzman, Ph. D (Chairpersen/Associate Professor, Department of Behavioral Sciences, University of the Philippines, Manila, Filipina
  3. “Community Empowerment” oleh T. Novi Poespita Chandra, M.Si., Ph. D (cand) (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)