Edukasi Islam dan Kesehatan: Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat Sejak Dini di MI Muhammadiyah Grubug
Ditulis oleh : Humas FKM UAD

Antusias siswa MI Muhammadiyah Grubug dalam mengikuti Edukasi Islam dan Kesehatan (Foto: Humas FKM UAD)
Upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan program KKN, edukasi kesehatan dilaksanakan di MI Muhammadiyah Grubug, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bersinergi dengan KKN UAD Unit IV.A.3 di bawah bimbingan Machfudz Eko Arianto, S.KM., M.Sc., dan dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026. Tema “Islam dan Kesehatan” diangkat dengan fokus edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan penerapan gizi seimbang bagi siswa sekolah dasar.
Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman siswa terkait perilaku hidup bersih dan sehat yang berisiko memicu penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, intervensi edukasi kesehatan berbasis sekolah dikemas secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

Antusias Siswa MI Muhammadiyah Grubug saat mengikuti Edukasi Islam dan Kesehatan (Foto: Humas FKM UAD)
Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif menggunakan media presentasi, sesi diskusi dan tanya jawab, serta pembagian media edukasi berupa poster kesehatan yang dipasang di lingkungan sekolah. Keterlibatan mahasiswa KKN memberikan pengalaman langsung dalam implementasi promosi kesehatan sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Selain aspek kesehatan, kegiatan ini mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Siswa diberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman, sedangkan menjaga kesehatan adalah bentuk syukur kepada Allah SWT. Pendekatan ini diharapkan memperkuat internalisasi perilaku hidup bersih dan sehat, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga nilai spiritual.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya CTPS dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Antusiasme siswa terlihat selama sesi interaktif, terutama saat praktik dan diskusi berlangsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan promotif kesehatan berbasis nilai-nilai Islam. Sinergi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat dan KKN menjadi wujud nyata kontribusi UAD dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.







FKM UAD