PBL FKM UAD Gelar Intervensi Keamanan Pangan dan Kebencanaan di Kalurahan Pleret
Ditulis oleh : Humas FKM UAD

Dosen FKM UAD Bapak Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc. Saat Memberikan Materi Edukasi Kebencanaan (Foto: Humas FKM UAD)
Tim Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan intervensi di Aula Kalurahan Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan materi keamanan pangan serta kebencanaan di tempat wisata sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat setempat.
Pada awal penyampaian materi, Dr. Sunarti, S.KM., S.Gz., M.Si., dosen FKM UAD, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan faktor penting dalam pengembangan desa wisata. Menurutnya, keamanan pangan berperan dalam menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi wisatawan maupun masyarakat, sehingga turut mendukung citra dan keberlanjutan desa wisata.
“Keamanan pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, serta membahayakan kesehatan manusia,” ungkapnya (15/2).
Ia menjelaskan bahwa keamanan pangan yang tidak terjamin dapat memicu foodborne disease akibat rendahnya higiene dan sanitasi, baik dari tempat pengolahan maupun penjamah makanan. Foodborne illness merupakan penyakit berupa infeksi atau keracunan akibat masuknya agen berbahaya melalui makanan.

Dosen FKM UAD Ibu Dr. Sunarti, S.KM., S.Gz., M.Si., Saat Memberikan Materi Keamanan Pangan Dalam Pengembangan Desa Wisata (Foto: Humas FKM UAD)
Secara global, penyakit yang ditularkan melalui makanan masih menjadi masalah serius. Data World Health Organization menunjukkan bahwa pada tahun 2024 terdapat sekitar 600 juta kasus foodborne diseases, dengan 420.000 kematian serta kehilangan sekitar 33 juta DALYs.
Untuk mencegah hal tersebut, Sunarti menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap proses pengolahan makanan. Ia mengingatkan agar bahan mentah dicuci dengan teliti, tangan dibasuh menggunakan sabun sebelum menjamah makanan, serta peralatan dibersihkan sebelum digunakan.
Selain materi keamanan pangan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kebencanaan oleh Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc. Ia menjelaskan bahwa wilayah Yogyakarta termasuk daerah rawan bencana karena memiliki dua sumber gempa utama, yaitu Sesar Opak dan zona megathrust.
“Yogyakarta merupakan wilayah yang rawan bencana karena terdapat dua sumber gempa yang berpotensi menimbulkan gempa besar,” jelasnya (15/2).
Ia menambahkan bahwa desa wisata perlu beradaptasi terhadap potensi risiko tersebut melalui mitigasi yang tepat. Tanpa kesiapsiagaan, dampak bencana dapat semakin besar, termasuk terganggunya aktivitas pariwisata.
Pada sesi akhir, Oktomi memperagakan langkah penyelamatan saat gempa, yakni teknik drop dan cover. Ia menekankan bahwa posisi paling aman adalah bertumpu pada lutut dan tangan agar tubuh lebih stabil sebelum mencari perlindungan.
“Segera lakukan drop, lalu cover sambil melindungi diri saat gempa terjadi,” pungkasnya.







FKM UAD
FKM UAD