FKM UAD Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Bhakti Kencana, Bahas Pengembangan Program Studi dan Pengelolaan Laboratorium
Ditulis oleh : Humas FKM UAD

Foto Bersama dalam acara Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Bhakti Kencana di FKM UAD (Foto: Humas FKM UAD)
Yogyakarta, 5 Oktober 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Kencana (UBK), Senin (5/10). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 FKM UAD, Kampus 3 UAD. Kunjungan ini menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan program studi, penjaminan mutu, pengelolaan laboratorium, serta penguatan kerja sama antarinstitusi.
Kegiatan benchmarking diawali dengan penerimaan dan registrasi tamu. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan serta sambutan dari Dekan FKM UAD, Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Universitas Bhakti Kencana ke FKM UAD.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Syamsu Hidayat juga memperkenalkan struktur pengelolaan fakultas. Struktur tersebut meliputi pimpinan fakultas, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, kepala laboratorium, hingga unsur administrasi. Ia berharap kegiatan benchmarking dapat menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan hal-hal yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Serah Terima Cenderamata Kunjungan Benchmarking Universitas Bhakti Kencana di FKM UAD (Foto: Humas FKM UAD)
“Manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Oleh karena itu, kolaborasi yang kita bangun pada kesempatan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kerja sama antarinstitusi, tetapi juga sebagai wujud nyata kebermanfaatan. Melalui kolaborasi ini, kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman dan praktik baik, serta bersama-sama mengembangkan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi kemajuan institusi dan, pada akhirnya, bagi masyarakat,” ujar Muhammad Syamsu Hidayat.
Sementara itu, Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Kencana, Diah Adni Fauziah, S.K.M., M.Epid., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan FKM UAD untuk melaksanakan kegiatan benchmarking. Ia menyampaikan bahwa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Kencana telah berdiri selama 17 tahun. Program studi tersebut terus melakukan pengembangan dalam pengelolaannya.
Dalam kunjungan ini, Universitas Bhakti Kencana menyampaikan keinginan untuk memperoleh pembelajaran mengenai pengelolaan dan pengembangan program studi dari FKM UAD. Salah satu fokusnya adalah pengalaman FKM UAD dalam mengembangkan program studi hingga jenjang magister.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UAD oleh Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat UAD, Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes. Pemaparan tersebut turut dilengkapi dengan penayangan video profil program studi.
Salah satu pembahasan utama dalam pemaparan tersebut adalah konsep healthy tourism yang menjadi bagian dari visi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UAD. Pengembangan visi tersebut mempertimbangkan posisi UAD di Yogyakarta yang memiliki karakteristik sebagai daerah tujuan wisata. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan tingginya mobilitas wisatawan. Oleh karena itu, setiap peminatan di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UAD dioptimalkan agar memiliki mata kuliah yang memuat aspek kesehatan dalam pariwisata.
Dalam sesi diskusi, Universitas Bhakti Kencana turut berbagi mengenai keunggulan digital communication skill serta tantangan kesehatan masyarakat di Kota Bandung. Salah satunya adalah masih tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian Universitas Bhakti Kencana dalam pengembangan pembelajaran dan kontribusi perguruan tinggi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
Pembahasan selanjutnya mencakup pengelolaan laboratorium. Pengembangan laboratorium diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaannya tetap mengacu pada laboratorium yang menjadi kebutuhan wajib dalam pendidikan kesehatan masyarakat.
Diskusi juga membahas penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta berbagai upaya UAD dalam mendukung mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu. Selain skripsi, UAD memiliki alternatif penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa yang mengikuti perlombaan tingkat nasional sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memberikan alternatif kepada mahasiswa sekaligus mendorong penyelesaian studi secara tepat waktu.
Pada sesi diskusi mengenai kolaborasi, pihak Universitas Bhakti Kencana menanyakan strategi FKM UAD dalam mengoptimalkan kerja sama di lingkungan fakultas. Menanggapi hal tersebut, Dekan FKM UAD menjelaskan bahwa kerja sama internal dengan berbagai pihak telah dikoordinasikan dan diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati bersama berbagai mitra. Kerja sama tersebut kemudian menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan secara terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, untuk pengembangan kerja sama internasional, FKM UAD berupaya memaksimalkan jejaring dan kolega yang dimiliki.
Kegiatan benchmarking kemudian ditutup dengan kunjungan ke laboratorium FKM UAD. Melalui kegiatan ini, FKM UAD dan Universitas Bhakti Kencana diharapkan dapat terus memperkuat hubungan kelembagaan, bertukar praktik baik, serta mengembangkan kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan program studi kesehatan masyarakat.
Dokumentasi
*klik gambar untuk memperbesar gambar








FKM UAD