Persiapan New Normal, FKM UAD Adakan Webinar Mengkaji Aspek K3 di Sektor Pariwisata dan Perguruan Tinggi

Persiapan New Normal, FKM UAD Adakan Webinar Mengkaji Aspek K3 di Sektor Pariwisata dan Perguruan Tinggi

Beberapa peserta webinar yang join via aplikasi zoom

(Yogyakarta, Senin, 15 Juni 2020) — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan dan Persatuan Ahli Kesehatan Kerja Pengda DIY mengadakan Webinar K3 yang mengangkat tema “Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Pariwisata dan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi New Normal”. Webinar ini menghadirkan pakar di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai narasumber, yaitu: Dr. Robiana Modjo, SKM.,M.Kes dari Ketua Umum PAKKI sebagai keynote speaker, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si, PhD, Guru Besar Departemen K3 FKM UI, Rose Sutikno, SH, MM dari Dinas Pariwisata DIY dan Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc., dosen peminatan K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD.

 

Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Menghadapi New Normal

Dr. Robiana Modjo, SKM., M.Kes sebagai keynote speaker menyampaikan bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh pandemic Covid-19 hanya dapat diatasi jika ada respons global dan terkoordinasi dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, mitra sosial, asosiasi, organisasi, lembaga ekonomi dan keuangan di semua tingkatan.

“Adaptasi kehidupan baru perlu terus disosialisasikan untuk memutus penularan di tempat kerja. Dalam rangka mengurangi dampak krisis kesehatan pada dunia kerja, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi investasi utama untuk melindungi kesehatan pekerja dan kelanjutan usaha”, tambah Robiana Modjo.

 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Pariwisata

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi new normal. Seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Rose Sutikno,

“dalam menghadapi new normal sektor kepariwisataan di DIY, maka hal yang sudah dipersiapkan adalah membuat standar operating procedure dimulai dari hotel, rumah makan, dan destinasi wisata”.

Selain itu, juga telah disiapkan fasilitas yang mendukung adaptasi kebiasaan baru seperti penyediaan fasilitas cuci tangan di destinasi wisata. Sedangkan Prof. Fatma Lestari menyampaikan bahwa trend wisata ke depan adalah CHS (Cleanliness, Health and Safety).

“Terdapat empat hal yang harus dilakukan di Industri pariwisata, yaitu : mencegah transimisi Virus Covid-19, meningkatkan sanitasi, mempromosikan skrining kesehatan dan sanitasi makanan dan minuman”, terang Fatma Lestari.

 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi

Yogyakarta sebagai kota Pendidikan yang memiliki ratusan kampus dengan mahasiswa berasal dari sabang sampai merauke, memiliki potensi untuk penularan virus Covid-19 jika tidak dicegah dan tangani dengan baik. Oleh sebab itu, menurut Oktomi Wijaya, perguruan tinggi perlu melakukan analisis risiko Covid-19 baik bagi dosen dan mahasiswa. Selain itu, kampus juga perlu melakukan risiko pengendalian virus Covid-19 dengan 4 cara yaitu: eliminasi, pengendalian teknik, pengendalian administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri.

Seminar ini diikuti 789 peserta yang bergabung melalui aplikasi Zoom dan Live Youtube. Peserta yang bergabung dari berbagai daerah di Indonesia, dan berbagai latar belakang seperti dosen, mahasiswa, karyawan rumah sakit, puskesmas dan Dinas Kesehatan