Healthy Trend, Healthy Life: Seminar Kesehatan Nasional Semarakkan Milad FKM UAD 2026
Ditulis oleh: Humas SKN

Foto Bersama Dekan FKM UAD dengan Narasumber 1; Bapak Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., RD., Ph.D dan Narasumber 2; Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H. Beserta Para Peserta Offline (Foto : Tim PDIT SKN FKM UAD 2026)
Yogyakarta – Di tengah derasnya arus informasi kesehatan di era digital, masyarakat dituntut semakin kritis dalam membedakan tren kesehatan yang bersifat sementara dengan pola hidup sehat yang didukung bukti ilmiah. Berangkat dari fenomena tersebut, Seminar Kesehatan Nasional (SKN) 2026 mengangkat tema “Healthy Trend or Healthy Life? Membedakan Tren Kesehatan dan Pola Hidup Sehat yang Sebenarnya.” Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (5/7/2026) di Amphitheater A Fakultas Kedokteran Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini menghadirkan dua narasumber di bidang gizi dan promosi kesehatan untuk memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai berbagai isu kesehatan yang berkembang di masyarakat.
Penyelenggaraan SKN 2026 menjadi semakin istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan melalui kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM UAD, HMPS Kesehatan Masyarakat, dan HMPS Gizi. Sinergi tersebut menjadi langkah baru dalam penyelenggaraan Seminar Kesehatan Nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berdampak. Selain itu, seminar tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD sehingga semakin menambah semarak pelaksanaan kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana, Penanggung Jawab Acara, Dosen Pembimbing, serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD yang sekaligus membuka Seminar Kesehatan Nasional 2026 secara resmi.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Aprilia Dewi Nurmala, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang melampaui target menjadi bukti bahwa tema seminar sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sambutan Oleh Aprilia Dewi Nurmala Selaku Ketua Pelaksana, dan Bu Rosyidah, S.E., M.Kes., Ph.D Selaku Dekan FKM UAD 2026 (Foto : Tim PDIT SKN FKM UAD 2026)
Senada dengan itu, Dekan FKM UAD, Rosyidah, S.E., M.Kes., Ph.D., mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang mengangkat isu kesehatan aktual. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap informasi kesehatan berbasis ilmiah sekaligus menjadi motivasi bagi FKM UAD untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat.
Sesi pemaparan materi diawali oleh Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., RD., Ph.D., yang membahas fenomena tren diet yang semakin berkembang di masyarakat. Melalui pembahasan mengenai carnivore diet, beliau mengajak peserta untuk menyikapi berbagai tren kesehatan secara lebih kritis dengan mempertimbangkan bukti ilmiah (evidence-based), kondisi kesehatan individu, serta tujuan yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa peran tenaga gizi bukan sekadar menerima atau menolak suatu tren diet, melainkan melakukan asesmen, memberikan edukasi, dan mendampingi klien dalam menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Narasumber 1 Oleh Bapak Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., RD., Ph.D Saat Memaparkan Materi Perspektif Gizi dalam Membedakan Tren Kesehatan dan Pola Hidup yang Sebenarnya (Foto : Tim PDIT SKN FKM UAD 2026)
Salah satu pesan yang ditekankan dalam pemaparannya adalah:
“Our job is not to approve or disapprove—it’s to inform, assess, and accompany.”
Pesan tersebut mengingatkan bahwa setiap keputusan terkait kesehatan perlu didasarkan pada pertimbangan ilmiah sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai kondisi masing-masing.

Pemaparan Materi ke-2 yaitu “Siapa yang Pernah Mnegikuti Tren Kesehatan Karena Viral” Oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H. (Foto : Tim PDIT SKN FKM UAD 2026)
Selanjutnya, Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., membahas pentingnya literasi kesehatan di era digital. Beliau menegaskan bahwa masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara kritis serta menjadikan bukti ilmiah sebagai dasar dalam mengambil keputusan kesehatan. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk tidak mudah terpengaruh oleh tren yang sedang populer, melainkan memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat berdasarkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai berbagai tren kesehatan, peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi berbasis bukti ilmiah, serta pentingnya literasi kesehatan di tengah derasnya arus informasi digital. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber sekaligus memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Tingginya antusiasme peserta mewarnai sesi tanya jawab, dengan banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi bersama narasumber (Foto : Tim PDIT SKN FKM UAD 2026)
Melalui Seminar Kesehatan Nasional 2026, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu menerapkan pola pikir yang lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi kesehatan yang beredar di masyarakat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keputusan terkait kesehatan sebaiknya didasarkan pada literasi yang baik dan bukti ilmiah, bukan semata mengikuti tren yang sedang populer.
Keberhasilan penyelenggaraan Seminar Kesehatan Nasional 2026 juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan mampu menghadirkan kegiatan akademik yang edukatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, Seminar Kesehatan Nasional diharapkan terus menjadi wadah edukasi dan diskusi kesehatan yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Dokumentasi
*klik gambar untuk memperbesar gambar







FKM UAD